Lost in Translation

Pernah lihat film Lost in Translation..??? Film itu mengisahkan perjalanan seorang bintang iklan Amerika Serikat ke Jepang dalam rangka shooting film iklan. Dan di Jepang, ia merasa seakan-akan ia adalah seorang makhluk asing yang bukan merupakan bagian dari dunia di mana ia berada. (Btw, Scarlet Johanssen cakep banget di film itu..!!)

Gak pernah menyangka kalo aku bakal mengalami kejadian kayak gitu…!!

Dalam perjalananku ke London hari Jumat tanggal 3 November kemarin, pesawatku transit di Hongkong selama lebih dari 10 jam. Dan karena masa transit yang lama, aku diberi fasilitas istirahat di sebuah hotel berbintang tiga di tengah kota Hongkong sebelum melanjutkan perjalanan ke London. Semula sih aku menyangka bahwa sebagai sebuah negara yang (kabarnya) cukup kaya, dan kebanyakan mampu berbahasa Inggris, aku gak bakal mengalami kesulitan berarti untuk tinggal dan menghabiskan waktu di kota itu.

Ternyata, harapan itu salah.

Begitu masuk ke pusat kota Hongkong (karena dapet hotel transit di tengah kota Hongkong), dan melihat semua ….and I really mean it…SEMUA…bangunan dihiasi huruf-huruf Cina yang khas, kepalaku mulai berdenyar. Pusing sekali rasanya memandang sekeliling, dan yang kulihat adalah bangunan yang penuh dengan tulisan ala cacing yang tak sedikitpun aku bisa tahu apa artinya.
Belum lagi, orang-orangnya yang juga tak ada yang bisa diajak berkomunikasi karena jaraaaang banget yang bisa berbahasa Inggris dengan cukup baik.

Pas aku iseng-iseng menanyakan kepada seorang pemilik toko souvenir,"Do you know any Indonesian restaurants around here..??" Dia dengan yakin langsung menanggapi positif,"Oh, Indonesia..!! Y%4dsrTr$3**7$%^)&4#%^@." Langsung ngoceh dia dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri. Aku hanya bisa berpandangan dengan heran dengan kawan-kawanku. "Opo karepe..???"

Masuk ke hotel, setelah diserahi kunci kamar, aku langsung menuju kamar (karena mau langsung berburu oleh-oleh… Khas, ya..!! Indonesia banget!!). Lha kok kunci elektronik itu gak bisa digunakan untuk membuka kamar. Rada jengkel juga sih. Tapi untunglah ada seorang  petugas housekeeping yang berjalan menghampiri aku.

"Can you help me..?" tanyaku.

"Oooh…you no enter room, hay ya..?" tanyanya dengan dialek yang khas.

Mati aku!! batinku dalam hati. Lagi-lagi, bahasa planetnya keluar!! Moga-moga aja dia bisa ngomong. Or at least, dia bisa mengucapkan sesuatu yang bisa aku pahami….

Dia langsung mencoba kunci elektronik yang ada di tanganku. Tapi tetap saja gagal. Kemudian, ia menggunakan kunci yang ada di sakunya. Dan, alhamdulillah, terbuka.

"Thank you," kataku sambil melangkah masuk ke kamar.

Eh, lha kok dia menahan langkahku dengan tangannya menahan bahuku.

"You..key..no…lobby..ok..?"ucapnya.

Pikirku, dia minta aku ke lobby dulu untuk mengurus kunciku yang bermasalah itu. Sialan, batinku menyumpah-nyumpah. Lha, gimana enggak, turun lift dari kamarku di lantai 26 ke lobby tentu makan waktu yang lumayan. Tapi, yaa, apa boleh buat. Aku pun melangkah menuju lift sambil ngomel-ngomel panjang pendek. Eeeh, lha kok dia malah menyusulku dan menahan bahuku lagi.

"You…room..ok..You…key…lobby…" ucapnya lagi sambil menunjuk-nunjuk aku, kunci di tanganku, kamar, dan lantai bawah. Waduuh, mati aku..!! Opo maneh karepe..??

Untunglah, Allah memberikan aku "pintu hidayah" dan menurunkan ilmunya. Aku jadi menangkap maksudnya. Aku pun langsung menyahuti. "Me..room..ok?" Dia pun dengan seketika mengiyakan dengan wajah berseri-seri.."Yes, yes, you…room..ok..!!"

Fiuhh…!!!! Rasa leganya luar biasa, bisa menyelesaikan sebuah proses komunikasi yang maha sulit itu…!!!

Jadi kepikiran juga. Apa begini ya, rasanya kalo kita berada pada sebuah "the world where we don’t belong". Apa begini rasanya kalo seorang manusia Indonesia yang gak bisa berbahasa Inggris trus dilepas sendirian ke dalam sebuah negara di mana orang-orang hanya bisa berbahasa Inggris..?? Selama ini sih aku belum bisa  merasakan hal itu. Aku anggap hal itu selama ini bukan menjadi masalah buatku. Dan kebetulan selama ini, negara-negara yang aku kunjungi adalah English-speaking countries, so I never had that kind of problems. Eeeh…..sekarang ini, baru deh terasa..!!!

Well, there must be first time for everything…!! That’s the lesson learned for the first day..!!

2 Responses to “Lost in Translation”

  1. ' - yanti - ' Says:

    Wah blog nya bagus banget Pak! Membaca judulnya, jadi ingat tugas KPT yang dulu Pak Sony berikan.
    Wah pusing juga ya Pak, kalau kita sampai menghadapi kendala bahasa di negeri orang, apalagi seperti bahasa Cina yang relatif bikin pusing.
    Ya Alhamdulillah, aku belum pernah mengalami yang namanya lost in translation, mungkin karena aku baru sekali merasakan pergi ke negeri orang. Tapi mudah-mudahan aja aku tidak sampai mengalami yang namanya lost in translation

  2. Dian Says:

    yang patut dipertanyakan sebenarnya adalah mengapa ngara semaju Hongkong banyak penduduknya yang tidak menguasai bahas internasional dan masih memilih untuk menggunakan bahasa ibu mereka sendiri, parahnya lgi petugas hotel pun tak begitu mampu untuk bercas cis cus dalam bahasa inggris. Kira-kira kenapa ya pak? Mungki mereka sangat menjunjung tinggi budayanya….tapi kalu begitu sama dong dengan orang dinegara kita tercinta ini, banyak orang yang hanya mampu berbahas ibu atau berbahasa daerah aja…….tapi bedanya bukan karena orang kita begitu menjunjung bahasa sendiri…..melainkan karena tidak meratanya pembangunan dan rendahnay tingkat pendapatan masyarakat didukung oleh mahalnya biaya pendidikan. Patut direnungkan ya pak….kapan negara kita bisa semaju negara lainnya dan bangsa kita semuanya mampu berbahasa internasional.

Leave a Reply