C’est la Vie..!

Banyak yang bertanya-tanya; bahkan sedikit menggugat, kenapa kok yang aku kritik dan kupas habis-habisan dalam banyak tulisanku adalah mahasiswa. Terutama dalam dua rilisanku yang terakhir. Mereka mempertanyakan mengapa tidak ada "gugatan" dan "kritikan" bagi universitas sebagai institusi yang mewadahi para mahasiswa tersebut. Dalam beberapa komentar, tertulis bahwa pihak institusi toh juga tidak mampu menampilkan kinerja yang memuaskan, baik karyawan non-akademik maupun para dosennya. Kenapa gak disorot juga..??

Sebenarnya jawabannya cukup sederhana. Alasan pertama, jelas karena aku adalah bagian dari sistem pendidikan di Indonesia, specifically FE Unair. Menyampaikan kritik tentang institusi tentu bukan di sini tempatnya. Tidak pantas rasanya kalo aku, meminjam istilahnya Adika, mencerca dari belakang. Maka komentar-komentar tentang institusi pun aku salurkan lewat wahana lain. Bukan di sini. Apalagi mengingat yang membaca tulisan ini sebagian besar mahasiswa. Lha buat apa aku; seorang dosen, mengkritik institusiku di forum yang audiens-nya mahasiswa..?? Tidak akan ada solusi dan benefit yang akan muncul. Mendingan aku keluarkan omonganku ke forumnya para dosen.

Ada alasan lain kenapa aku jarang sekali mengaitkan juuueleknya…prestasi mahasiswa FE Unair saat ini dengan kinerja institusi. Meskipun emang keduanya punya hubungan yang cukup erat. Mau tau alasannya? Aku ingin supaya mahasiswaku menyadari bahwa kondisi dan kinerja institusi yang buruk adalah situasi yang boleh dibilang sudah "given". Sudah ada sejak mereka belum masuk ke kampus ini. Sudah berurat berakar sejak aku sendiri masih kuliah di kampus ini. Kondisi yang sudah given ini tidaklah dapat dijadikan alasan di balik rendahnya prestasi mahasiswa akhir-akhir ini. Kenapa..?? Lha wong dulu, pegawainya juga orang-orang itu kok..!! Dosen yang dihadapi mahasiswaku juga dosen-dosenku dulu..!! Istilahnya, ini udah state condition.

Kalo ada yang nanya,"Yaa, gimana mungkin mahasiswa bisa berprestasi kalo kampusnya jelek layanannya, dosennya kalo ngajar seenaknya, dst dst..!!"

Emang bener sih. Cuumaaaa…..please, deh, jangan jadikan situasi dan kondisi yang kalian hadapi sebagai alasan di balik rendahnya prestasi dan kemampuan kalian..!!! Kenapa..?? Karena yang bertanggung jawab atas keberhasilan diri kalian adalah kalian sendiri. Yang akan memperoleh manfaat terbesar kalo kalian berhasil adalah kalian sendiri.

Dalam setiap kelasku, aku sering bertanya kepada mahasiswaku yang mengulang mata kuliahku lebih dari sekali. Kenapa dia gagal di mata kuliahku? Sedangkan tingkat kelulusan di setiap kelas yang aku pegang rata-rata 80%. Trus aku tanya lagi, siapa dosen yang paling mereka sukai. Setelah mereka memberikan satu dua nama dosen, aku tanya lagi, dapat nilai apa di mata kuliah dosen favorit kalian? Boleh percaya boleh enggak, aku belum pernah mendapatkan jawaban bahwa mereka (yang mengulang lebih dari sekali di kelasku, dan aku tanyain) bisa memperoleh nilai A, AB, atau B di mata kuliah yang diasuh oleh dosen yang mereka sukai. Lha terus, apa relevansinya kalo mereka kemudian mengeluh bahwa mereka harus berkali-kali mengulang mata kuliahku (sampai ada 2 orang yang tahun ini terancam DO karena gak lulus di mata kuliahku, dan 15 orang lainnya akan terancam juga kalo gak bisa lulus mata kuliahku tahun depan)..lha wong di mata kuliah yang dosennya mereka sukai aja mereka gak bisa dapet nilai yang lumayan..??? Dan, yang lebih aneh, mereka mereka yang ngulang berkali-kali itu berasal dari SMA Negeri di Surabaya, keluarganya rata-rata cukup berada, kebanyakan malah kuliah naik mobil, dan….mereka tidak dipusingkan karena harus bekerja. Mereka cuma kuliah thok..!!! Dan biasanya, mereka-mereka inilah yang cenderung menyalahkan dosen sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas jeleknya prestasi mereka.

Buat aku pribadi, orang yang cenderung menyalahkan lingkungan sekitarnya atas apa-apa yang gagal yang ia lakukan adalah orang yang tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Ia adalah orang yang hanya mengandalkan situasi dan kondisi yang kondusif untuk bisa maju. Orang yang tidak bisa berdiri sendiri. Selalu menggantungkan pada orang lain.

Aku sering menyampaikan di kelasku, "Jangan pernah bilang, bahwa kalian gagal dapat nilai bagus karena dosennya galak, judes, isinya marah-marah melulu, ngajarnya nggak enak, suasana kelasnya mencekam, tugasnya nggak diperiksa, atau alasan-alasan lainnya yang intinya adalah your performance is bad because other’s is bad as well..." Ini adalah sebuah prinsip hidup yang aku anggap sangat penting. Kenapa..??? Karena nantinya, entah di dunia pekerjaan atau di dunia profesi atau di dunia bisnis, kalian tidak akan dapat memilih kondisi yang kalian hadapi. Kalian mau tidak mau harus mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang bagaimanapun jeleknya, agar kalian bisa mencapai apa yang kalian inginkan. Apa kalo kalian diterima kerja di sebuah MNC, dengan jenjang karir yang bagus dan reward yang lumayan, terus ternyata suasana kerja di sana tidak menyenangkan buat kalian, orang-orangnya nggak kalian sukai, dan lain-lain….apa kalian juga akan menyalahkan kondisi itu kalo kalian nggak bisa maju..?? Siapa yang akan mau peduli kalo kalian bilang,"aku keluar aja deh dari perusahaan itu, habis atasanku galak dan judes." Dalam hidup ini, kalian akan selalu menghadapi bahwa kalian berada dalam lingkungan yang tidak menyenangkan bagi kalian. Dan kalian harus hadapi itu!! Entah gimana caranya, pokoknya kalian survive dan mengatasi hambatan itu!! Seseorang yang menghadapi situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan bagi dirinya hanya bisa memilih, mau keluar dari situasi kondisi itu, mau menerimanya sebagai bagian dari nasib, atau mau bersikap adaptif dan menyesuaikan diri.

Kalo emang kalian bener-bener gak cocok dengan situasi kondisi yang kalian hadapi, ya udah keluar aja dari situasi kondisi itu..!! Cari situasi dan kondisi yang lebih baik. Kalo dalam konteks FE Unair, aku yakin kok kalian bisa merasakan betapa jeleknya layanan FE Unair sejak kalian semester awal. Kenapa nggak keluar dari dulu aja..cari kampus yang lebih kondusif dan bener-bener sesuai seperti yang kalian harapkan…?? Kalo emang kalian nggak bisa pindah karena alasan switching cost yang tinggi, yaaa…itu pilihan kalian..!! And, as I told you repeatedly, you must be responsible with any choices you have made..!!  Kalo udah sadar bahwa kondisinya kayak gitu, yaa jangan cuma komplain aja donk. You must struggle for your own life..!! And that’s basic principle of life..!!

Mau menganggap bahwa kalian masuk FE Unair dan mendapat layanan yang buruk dari karyawan dan dosen adalah bagian dari nasib..?? Trus mengatakan pada dunia bahwa, kalian tidak bisa perform dengan baik karena kalian kuliah di kampus yang emang jelek..? Siapa yang mau tau akan hal itu..?? Apakah perusahaan yang kalian lamar akan peduli bahwa IP kalian jembrot karena dosennya nggak becus ngajar..?? Apakah rekan bisnis kalian akan peduli bahwa kalian nggak tau banyak hal tentang konsep-konsep aplikatif bisnis karena dosen kalian text-book oriented..?? No way..!! Kalo emang dosen kalian nggak becus ngajar, apa kalian udah berusaha keras untuk belajar sendiri..?? Memperkaya wawasan kalian sendiri..?? Memperluas pengalaman kalian sendiri..?? Kalau kalian emang mau jadi wirausahawan, apa kalian udah berupaya untuk melatih sense of business kalian..?? Sudah berusaha untuk mengasah jiwa itu dan menceburkan diri dalam kegiatan-kegiatan kewirausahaan…??

Intinya, APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI JELEKNYA SITUASI DAN KONDISI YANG KALIAN HADAPI, DEMI MASA DEPAN KALIAN SENDIRI..???

Mengkritik dan mencerca jeleknya layanan kampus dan tidak becusnya dosen mengajar memang wajar-wajar saja mengingat kalian (dalam konteks ilmu pemasaran) adalah pelanggan. Tapi, apakah itu cukup..??? Apa itu memberikan solusi buat kalian sendiri..?? Sekali lagi, yang bertanggung jawab atas diri dan masa depan kalian adalah kalian sendiri. Situasi dan kondisi yang negatif memang menjadi faktor yang tidak menguntungkan, namun aku selalu percaya bahwa situasi dan kondisi itu hanyalah supporting factors. Bukanlah faktor utama. Yang aku yakini adalah yang paling menentukan keberhasilan kita adalah diri kita sendiri (atas izin-Nya tentu saja..).. ..bukan orang lain..!!

Makanya kalo ada komentar-komentar yang berkata bahwa sekarang ini situasinya berubah, tantangan lebih banyak, sementara pihak dosen gak terlalu peduli pada mahasiswa, layanan karyawan juga nyebelin banget, dan mahasiswa dihadapkan pada berbagai macam kondisi yang bisa menggoyahkan motivasi mereka untuk maju dan berprestasi….aku selalu berpikir. C’est la vie..!!! Ya, inilah hidup..!!! Mau nggak mau, kalian harus hadapi. Siapapun di antara kalian yang bisa menemukan cara paling efektif untuk mengatasi situasi dan kondisi yang jelek ini adalah yang paling mampu bersaing di dunia bisnis dan dunia pekerjaan..!!!

Tiap jaman dan tiap generasi memang dihadapkan pada tantangannya sendiri-sendiri. Emang benar..!! Tapi tuntutan untuk menjadi manusia yang berhasil, lulusan yang berkualitas, SDM yang unggul, dan tuntutan-tuntutan lain dalam hidup tidak pernah berhenti…!!! Bahkan tuntutan itu makin tinggi saja..!! Dulu, tahun 1980an yang namanya mahasiswa kuliah di kampus itu diharapkan untuk lulus dalam waktu sesingkat mungkin, dengan nilai sebaik mungkin, dan dapat penghasilan setinggi mungkin. Tuntutan itu saat ini pun ada..!! Sama..!! Bahkan lebih ketat lagi. Kalo tahun 1980an, lulus dengan IPK 3,10 aja udah jadi lulusan ber-IPK tertinggi, akhir 1990an ketika aku wisuda, lulusan IPK di atas 3,5 bertebaran. Dulu, melamar kerja IPK 2,75 udah bisa dapat posisi bagus di perusahaan ngetop. Sekarang kalo belum 3,25 kayaknya masih agak sulit. Kalo dulu, nggak usah kuliah juga bisa bikin bisnis yang bagus dan hebat. Tapi sekarang, pengetahuan dan teori bisnis ternyata semakin diperlukan oleh wirausahawan sekalipun. See..?? Tuntutannya sama…!!! Dengan level of demand yang lebih tinggi.

Nah, kalo pasar tenaga kerja alias perusahaan-perusahaan pencari tenaga kerja hanya peduli bahwa you failed on your study dan tidak peduli you failed because your lecturers didn’t teach you well, so ngapain dari dulu kalian berkilah terus bahwa "harap maklum kalo IPK saya jelek, karena dosen saya nggak bisa ngajar..!!" Who cares..!! Bukankah sebaiknya, kalian mulai belajar menerima jeleknya kualitas dan layanan dosen dan karyawan kampus sebagai hambatan dan kalian cari gimana caranya supaya hambatan ini tidak menyebabkan kalian meraih prestasi studi yang buruk.

Aku tidak menulis rilisan ini untuk membuat pembelaan atas jeleknya kualitas layanan dosen dan karyawan. Aku tau juga bahwa kualitas layanan dosen dan karyawan FE Unair masih jauh dari menyenangkan. Namun, aku ingin, supaya mahasiswaku bisa menganggap hambatan-hambatan ini sebagai kondisi yang harus mereka hadapi dan pecahkan agar tujuan hidup mereka bisa tercapai dengan baik. Yakin deh, selama kalian masih melulu menyalahkan dosen dan karyawan atas jeleknya prestasi kalian..maka kalian tidak akan bisa memperbaiki kinerja kalian sendiri..!!

So, start thinking on how you can perform well in your study…!! Please stop blaming others and try to be more responsible for your own sake..!! You are the only one who is responsible for your own future and no one else is.

12 Responses to “C’est la Vie..!”

  1. Oky' Says:

    hehehe….mo tanya
    Pak, suka larc-en-cieL jg?

    C’est la Vie…..
    judul lagunya….

    maaf pak, sekedar saran, bagaimana klo bapak langsung aja menghadirkan masalah di atas dengan mengajak mahasiswa untuk mencari penyelesaian….ato di buat forum untuk itu!

    seperti teman saya yang di UI hukum, dia membuat Fordisnum!
    Forum Diskusi Nasionalis Untuk Mahasiswa!
    tapi bukan masalah nasionalis aja yg di bahas, segala substansi yg ada di kampuspun di bahas! bersama anggotanya dan juga ada dosen pembimbingnya….walaupun itu hanya sekedar di ruang lingkup forum itu aja, tapi keputusan yg mereka buat itu mereka aplikasikan ke kehidupan sehari-hari!

    terlihat memang hanya segelintir orang yg peduli akan permasalahan yg di ulas oleh bapak! dan mungkin bapak bisa menjadi perintis dalam melakukan inisiatif untuk memajukan institusi pendidikan dan juga mahasiswanya !

    satu lagi pak….saya mo kritik bapak !
    kalo bisa bapak wajahnya bisa lebih enak dipandang, jangan terlihat serius trus gt pak….jadinya saya tiap kali mo nyapa, saya jd gk enak…apalagi saya bukan mahasiswa yg berprestasi dan tenar….

  2. J A Y Says:

    given?

    comment saya di postingan sebelumnya sebenernya mencoba melihat permasalahan dari kedua sisi. bahwa sebenernya masalah tidak hanya ada di salah satu sisi saja. walaupun saya pikir mahasiswa berhak juga menuntut pelayanan yang lebih baik demi hasil yang lebih baik pula.
    memang kalo dibahas disini masuk akal juga kalo bapak bilang ga akan ada solusi yang keluar. tapi mahasiswa kalo di kritik sepedas itu juga pasti ada daya ’serangan balik’-nya. hehehe… bukannya berniat menyalahkan pihak universitas, tapi orang - orang seusia mahasiswa saya rasa wajar kalo sangat gregetan untuk mengkritisi apa yang terjadi di kampusnya. apa lagi kalo terjadi sesuatu yang dirasa tidak beres.
    dan saya rasa asumsi kalo kondisi boborok ini ‘given’ adalah salash satu alternatif solusi terbaik buat mahasiswa. dan sebenarnya juga, langkah ini cepat atau lambat pasti akan ditempuh juga oleh mahasiswa. karena berusaha untuk survive disegala kondisi adalah insting dari makhluk hidup itu sendiri. jadi, kita harus menyadari bahwa standar pelayanan FE unair adalah ya seperti ini..(kalo ga mau dibilang jelek).. satu hal yang membuat saya paling kecewa waktu baru masuk FE unair, yang katanya univ. negeri terpandang di indonesia timur.
    struggling for your life! yes, memang ga bisa dihindarin lagi. siapa peduli sama keluh kesah mahasiswa yang cuma bisa berkeluh kesah? kalo univ. juga ga berubah, dan ternyata masih mempunyai brand image yang positif, wajar - wajar saja kalo univ. berleha - leha tanpa mempedulikan layanannya….
    tapi saya jadi sedikit tergelitik untuk membalik asumsi given tadi. gimana kalo univ. memandang fenomena mahasiswa yang malas tidak berspirit, dan tidak punya daya juang serta motivasi adalah given? apa ya yang bakal mereka lakukan? hehehew….
    tapi buat temen2 mahasiswa, disarankan untuk mengikuti anjuran pak sony ini.. untuk mahasiswa saya rasa itu adalah solusi paling top! tapi semoga pak sony sebagai bagian dari univ. juga bisa menemukan solusi yang tepat buat pihak univ. amiieennn….
    semoga ‘given’ yang ini ga selamanya bercokol….. toh, kita sudah punya ilmu keorganisasiannya, tinggal gimana aplikasinya…
    piss ahh…

  3. ULaN Says:

    assalamu’alaikum pak sony…
    it’s niCe to see you Come baCk..
    bapak, makasih.. banyak hal ulan dapet dari rilisan bapak dan Comment temen2.. memang kita harus saling introspeksi masing2 diri dan tidak saling menuduh apalagi menyalahkan.. (karena memang tidak ada gunanya dan tidak kan memberi solusi yang baik untuk semua…)
    Ulan tetap berharap FE ke depannya dapat lebih baik,.. tidak hanya institusinya, tapi SDM di’dalam’nya..
    rilisan ini lebih membuka ‘mata’ untuk menyadari apa2 yang kami rasa kami tahu, tapi sebenarnya kami tidak tahu apa2..
    manfaat yang Ulan rasakan dari membaCa tulisan ini, semoga juga dirasakan teman2 yang lain, untuk selalu BERGERAK…

  4. ULaN Says:

    assalamu’alaikum pak sony…
    it’s niCe to see you Come baCk..
    bapak, makasih.. banyak hal ulan dapet dari rilisan bapak dan Comment temen2.. memang kita harus saling introspeksi masing2 diri dan tidak saling menuduh apalagi menyalahkan.. (karena memang tidak ada gunanya dan tidak kan memberi solusi yang baik untuk semua…)
    Ulan tetap berharap FE ke depannya dapat lebih baik,.. tidak hanya institusinya, tapi SDM di’dalam’nya..
    rilisan ini lebih membuka ‘mata’ untuk menyadari apa2 yang kami rasa kami tahu, tapi sebenarnya kami tidak tahu apa2..
    manfaat yang Ulan rasakan dari membaCa tulisan ini, semoga juga dirasakan teman2 yang lain, untuk selalu BERGERAK…

  5. ulan Says:

    Ass..smuanya..salam kenal(”_”)
    wah seneng deh bs gabung di blog ini,knp qu ga tau dr dlu ya=).
    buat oky,SEPAKAT!!usul km bagus bgt,kl ga salah pak sony pernah bilang kl di FE jg pernah ada forum kyak gitu,la..kan tinggal nerusin aja!wow!!pasti bkalan keren bgt kl dlm stu ruangan, ada perwakilan dosen, mahasiswa, karyawan, pejabat2 kampus, pkoknya semuanya, kl perlu org2 yg berkaitan dg kampus, mebe trmasuk yg jualan di kantin ekonomi.di forum itu kt sharing bareng, mengeluarkan semua unek2, discuss breng, trus dicari jlan keluar terbaik, n yg plg pnting, smua pihak hrs siap dikritik!!legawa menyadari kekurangan msg2 n memperbaiki diri..ya…ntr takutnya mis ada mhs yg protes about akademik, trus KRS dicekal. ato ada yg protes sm dosen, trs ga lulus mata kuliahnya, kan ga lucu…=)coz skrg kyaknya jarang bgt org yg mo nerima kritik, ya…trmasuk yg bnyak trjadi di FE kt tercinta ini.
    emang bner sih kata pak. sony, kl yg nentuin kemajuan kita ya..kt sndiri, cm menyalahkan institusi yg ktanya udh ‘given’emang ga bner pak, tp ktk kt tau ada tatanan yg rusak, n kt cm diam aja, sperti ga mau tau, itu lbh ga bner lg!!
    btw, buat yg nmanya ulan, waduh nmanya sama rek!sory ya, bukan suatu kesengajaan..udh dari sononya si..(”,”)
    wass…

  6. sony Says:

    emang dulu pas aku aktif di Senat (skrg BEM), ada forum diskusi yg mewadahi aspirasi mahasiswa. Cuma yg datang para pejabat teras, karena itu adalah forum curhat. Ntar kalo dosen n karyawan pd dtg kan bisa jd gak efektif. Yaa sekarang tinggal gimana BEM atau BLM kalian bergerak untuk mengaktifkan kembali forum itu. Itu forum yg sehat lo baik buat dosen maupun mhs.

    Oya, sekali lagi, kenapa sih, aku buat rilisan ini..? Karena kebanyakan mhs menuding jeleknya layanan dosen n karyawan sbg penyebab utama performance mereka yg emang udah pd dasarnya jelek. Padahal, temen2 mrk lainnya kok bisa perform bagus. Aku cuma mau bilang, ok kalo kalian mau komplain atas jeleknya layanan itu, boleh2 aja..!! Cuma jangan berkilah bahwa jeleknya layanan dosen n mahasiswa yg membuat kalian jd gak bisa perform dg baik. Itu childish…

    Itu maksud tulisanku di atas. Geetuu…!!!

    Oya, kalo Jay bilang, gimana kalo kondisi mahasiswa yg “bobrok” itu dibilang given..?? Kalo diliat dari sudut pandang tulisanku di atas (sudut pandang mahasiswa), jelas tidak bisa!! Kenapa, kondisi FE itu kan existing condition yg udah ada sejak mahasiswa belum masuk ke FE. Dan, aku yakin, yg namanya mahasiswa itu punya fitrah yg bagus. Hanya saja, fitrah yg bagus itu mungkin tdk terasah dg baik sehingga menjadi jelek.
    Tapi kalo dipandang dari sisi organisasi, jeleknya kualitas dosen dan karyawan bukan sesuatu yg given. Ada bedanya, tergantung sisi pandang kita.

  7. sony Says:

    Btw, buat Oky’, tentang penampilanku yg gak enak diliat…..itu kan perasaan dik Oky’ aja…!! Yg lain sih asyik-asyik aja..

    Manusia yg bernama Sony ini emang casing-nya sangar, tapi hati selembut salju, kok..!!

  8. J A Y Says:

    hehehew.. ya kalo menurut sudut pandang tulisan di atas jelas ga bisa mahasiswa bobrok dibilang given. saya juga sadar sepenuhnya kalo tulisan diatas untuk sudut pandang mhs… yaa cuma berandai - andai aja, misal pihak kampus berasumsi kalo mhs bobrok itu given, sekedar jadi motivasi kampus untuk berbenah menuju hasil yang lebih baik… efektif ga ya? hehehe…
    saya setuju juga kalo menyalahkan pihak lain itu childish. tapi saya juga setuju sama tulisan ulan, bahwa ketika kita menegetahui ada tatanan yang rusak dan kita diem aja, itu ga bener…
    sayangnya, disini menjadi bukan peran mahasiswa untuk merubah tatanan itu… saya sih berharap semoga segera ada perubahan di organisasi ini,, menuju ke arah positif tentunya..
    saya tunggu, siapakah agent of change-nya…

  9. ULaN Says:

    hati selembut salju niye… ihi-ihi…
    untungnya bener!
    ‘lembut’ inside.. tapi ya gt, dingin! (maaf ya pak, bukan berarti ‘dingin’ itu sifat yang negatif lho)..
    keep working ya pak,. sementara ini ulan bantu do’a aja ya…
    btw, buat mbak ulan… met kenal :) thanX buat semua…

  10. ULaN Says:

    buat pak sony…
    ditunggu rilisan berikutnya..
    (pernah ada ide buat bikin buku ga paK ???) :) thanX

  11. Adiel Says:

    Manusia yg bernama Sony ini emang casing-nya sangar, tapi hati selembut salju, kok..!!

    ampuunn!!! iya iya percaya!!!

    btw pak, terus posting yah, makin sering makin bgs, lumayan buat refreshing!!

    ciao

  12. it's just dita Says:

    quoting oky:
    saya ini bukan mahasiswa yg tidak berprestasi dan tenar…

    oky, aku temenin deh!!
    aku temenin being mahasiswa yg tidak berprestasi dan tenar…

    hahahaha

    jgn khawatir, pak sony tidak melihat manusia berdasarkan prestasi atau ketenarannya…

    tuhan aja enggak. ya ngga pak son?

Leave a Reply