Ospek
Agak heran juga aku mendengar bahwa di almamaterku tercinta, ternyata masih juga berlangsung yang namanya Ospek..!! Sejak kepulanganku dari Australia setahun yang lalu, semula aku menduga bahwa kegiatan Ospek (yang entah apa namanya kini) itu sudah dihapus total dari bumi Airlangga. Eee…ternyata kok enggak, ya? Ternyata, aktivitas yang diusung sejak jaman Orde Lama itu masih dipraktekkan oleh mahasiswa-mahasiswa FE UNAIR yang (mengaku) berasal dari golongan beradab dan intelek.
Sejak aku masih aktif di BEM atau OSIS (pas di SMP dan SMA), aku memang termasuk orang yang menentang Ospek. Kenapa..? Karena, yang namanya Ospek itu pasti dekat dengan aksi kemarahan, aksi bentak-bentakan, dan aksi-aksi lain yang jelas-jelas overacting.
Dulu, pas aku pegang pucuk pimpinan di BEM maupun OSIS, aku selalu berusaha keras supaya acara yang namanya Ospek itu kental dengan irama kekonyolan dan keakraban. Bebas dari kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan mental. Hukuman yang aku berikan pada adik-adik kelas pun tidak ada satupun yang berbau kekerasan. Semuanya fun, lucu, menyegarkan, baik buat aku (sebagai pelaku) maupun bagi si adik manis (sebagai korban).
Sama sekali aku gak menyangka bahwa di era milenium saat ini, model Ospek jaman baheula masih diterapkan di FE UNAIR. Emang sih, hukuman fisik seperti push up atau squad jump udah gak ada lagi. Tapi ada bentuk kekerasan lain yang dipraktekkan di FE UNAIR, yaitu kekerasan mental. Main bentak-bentakan, lah..!! Marah-marah lah!!
Kalau kita mau jujur pada diri kita sendiri, apa sih yang bisa diperoleh dari semua aksi overacting tadi…?? Kata mereka-mereka yang tergila-gila dengan Ospek sih, acara Ospek tuh bisa mendekatkan diri antara senior dengan anak baru. Ada juga yang bilang, Ospek tuh bisa membuat mahasiswa baru cinta almamater. Apa iya..?? Apa bener..?? Ayo, coba jawab…!!!!!
Apa memang Ospek itu berangkat dari niat tulus senior untuk membimbing adik-adiknya menjadi seseorang yang punya pemikiran dewasa?? Apa memang Ospek itu melatih mahasiswa baru untuk jadi seorang yang cinta almamater???
BULLSHIT..!! BULLSHIT..!! BULLSHIT..!!
Kalo emang, Ospek itu diadakan supaya mahasiswa cinta almamater, apa relevansinya acara bentak-bentakan itu..?? Bahkan, apa perlunya sampe Panitia Ospek FE Unair (namanya PIKMEN, ya…??) menyediakan satu ruang khusus yang digunakan untuk melakukan aksi bentak-bentakan tadi..?? Apa hal itu bisa membuat mahasiswa baru jadi cinta almamater? Apa bisa buat mereka jadi lebih dewasa?
Saya lulusan FE-UNAIR yang tidak pernah sama sekali merasakan aksi Ospek, karena saya emang sengaja bolos pas acara bentak-bentakan itu.. Tapi, sekarang saya sangat cinta pada almamater saya ini…!!! Saya sudah berbuat cukup banyak bagi almamater saya ini. Kemudian, saya lulusan University of New South Wales yang juga tidak pernah merasakan Ospek, karena emang di sana gak ada acara Ospek. Apalagi yang modelnya kayak di FE UNAIR ini. Tapi, sampai saat ini saya bangga pada sekolah saya tersebut..!! Coba, tanyakan pada mereka-mereka yang lulus dari Harvard, dari NUS-Singapore, dari Tammasat Uni-Thailand, dari Univ of Melbourne, dari Monash, dari UCLA, dari Erasmus-Belanda, …….apa ada di antara mereka yang merasakan "manis"-nya dibentak-bentak senior dalam acara Ospek..?? Jawabannya pasti TIDAK…!!!! Karena emang di luar negeri, gak ada yang namanya acara konyol seperti bentak-bentakannya Ospek. Tapi, ada gak di antara mereka yang nggak bangga dan nggak cinta dengan almamater mereka itu…??? Gak ada..!! Mungkin bahkan rasa cinta mereka lebih besar daripada rasa cinta kita pada almamater Airlangga..
Trus, apa bener yang namanya Ospek bertujuan untuk mendorong mahasiswa baru untuk bisa menjadi seorang yang dewasa..??? Kalo iya, kenapa dan apa perlunya ada acara bentak-bentakan di Ospek..? Apa relevansiny..?? Apapun alasannya, acara bentak-bentakan di PIKMEN atau Ospek itu tidak ada gunanya, tidak ada relevansinya dengan tujuan yang ingin dicapai..!!! Apapun alasannya, it doesn’t make sense..!! Mau KTM ketinggalan, gak bawa pita, gak bawa buku, atau entah pelanggaran apa lagi. Apakah kalau panitia Ospek itu mengumpulkan mahasiswa yang melakukan pelanggaran, trus dibentak-bentak, dimarah-marahi bahkan sampai pingsan, itu adalah cara memperlakukan manusia dewasa…!!! TIDAK..!!! Dan, setahu aku, acara bentak-bentakan itu tidak hanya dilakukan pada mahasiswa yang berbuat pelanggaran, tapi juga mereka yang sebenarnya baik-baik saja dan tidak bermasalah…!!!
Kalo kita melihat dari sudut pandang lain, apakah pantas mahasiswa yang SAAT INI menjadi Panitia PIKMEN itu mendidik dan mengajari mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa yang bisa berpikir dewasa…??? Apa para senior yang jadi panitia PIKMEN adalah mereka-mereka yang MEMANG sudah dewasa..??? Apa mereka memang termasuk mahasiswa senior yang sukses dalam studi..?? Apa mereka termasuk mahasiswa yang berprestasi besar atau berkontribusi luar biasa untuk menunjukkan cinta almamater..??
Setahu aku, kebanyakan Panitia PIKMEN (termasuk pejabat terasnya, kayaknya) adalah mahasiswa yang masih belum berhasil meraih IPK 3,00. Apa ya enggak malu mereka-mereka itu mengajari adik-adik mereka untuk "dewasa" lha wong mereka sendiri belum bisa berhasil dalam studinya..!! Apa ya pantas..?? Lebih memalukan lagi, kalo di antara Panitia PIKMEN ternyata ada yang pernah ketangkap nyontek, ada yang pernah ketilang nggak boleh ikut UTS/UAS gara-gara sering bolos, ada yang di luar kampus masih suka minum-minum, ada yang masih sering dapet IP di bawah 2,5, ada yang studinya molor…. MALU DOOOOONK…..!!!!! Apa mereka-mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati nurani dan rasa malu..???
Kalo udah seperti itu keadaannya, trus apa yang mau diberikan para senior kepada adik-adik mereka melalui Ospek ini..??? Apa yang mau dihasilkan dengan acara bentak-bentakan gak jelas itu..?? Mau mendewasakan mereka..??? Mau membuat mereka sukses dalam studi..?? Mau membuat mereka cinta almamater..???
HOW CAN YOU TEACH PEOPLE SOMETHING YOU CAN’T DO YOURSELF…?!?!?!
Senior yang masih belum dewasa, mau mengajari ma-ba supaya mereka bisa bersikap dewasa. Senior yang IP-nya biasanya di bawah 2,5 dan IPK-nya gak sampe 3,00 mau ngajari ma-ba supaya mereka bisa sukses dalam studi… Apa ini bukan sesuatu yang sangat menggelikan…???????
Bukankah lebih baik kalo Ospek itu diisi penuh dengan acara-acara ilmiah, pengenalan kampus, pengenalan studi, pengenalan sistem belajar, dan hal-hal lain yang akan jauh lebih bermanfaat buat mereka daripada dibentak-bentak gak karuan…!!! Coba liat apa yang dilakukan universitas-universitas ternama di luar negeri. Tanpa acara bentak-bentakan, mereka selalu berhasil menelorkan lulusan yang sangat berkualitas. Dalam acara Ospek, mereka selalu menekankan pada pemahaman tentang hal-hal yang ada dan diterapkan di kampus.. Sama sekali bebas dari acara bentak-bentakan konyol seperti yang terjadi di kampus Airlangga ini…!!!
August 29th, 2006 at 6:55 pm
Setuju
hapus aja ospek di FE UNAIR
Acara nya gak ada hubungannya dengan apa yg bakal dialami Ma Ba di masa perkuliahannya
August 30th, 2006 at 9:16 am
wah tumben KERAS banget yak?? hehe… tapi sangat setuju sekali..
saya juga tidak merasakan ospek, tapi sayangnya saya belum bangga dengan almamater saya.. wish to be, soon…
jadi pengen tau komentar para pejabat teras nih, ,acara badut-badutan mereka di kritik, hahaha….
sejujurnya ospek sekarang ini malah bikin jeglek, ma-ba yang seharusnya beranjak dewasa malah dibentak - bentak kayak anak smp lagi, sama ‘kakak2′ SENIOR… huaaaa…. mengutip kata2 di atas,, MALU DOOONK…!!!!
August 31st, 2006 at 3:11 am
di UIN juga masih ada,….
OSPEK ,…BAKA!
Dzolim,…hidup Academic Preparation Program,….go away Ospek…..
September 2nd, 2006 at 3:20 am
..sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah antusiasme mahasiswa yang berbondong2 mendaftar menjadi panitia OSPEK.
udah nggak dibayar, kerja keras datang jam 5 pagi pulang jam 8 malem, mbuat dosa, memperdaya maba, urat leher ketarik, dibenci maba, trus dicerca sama orang yang kontra dengan OSPEK. alhamdulillah saya nggak pernah tergiur menjadi panitia OSPEK, kalau tidak saya akan menjadi bagian dari orang yang misuh-misuh setelah membaca artikel ini.hehe.
September 7th, 2006 at 10:37 pm
Saya mahasiswa MM Unair, untungnya waktu masuk MM tidak ada yang namanya ospek, gak bisa dibayangin deh kalau S2 msh di-ospek. Sebetulnya yang perlu dipertanyakan tuh knp pihak univ sdr terkesan diam saja atas kekerasan psikologis yang kerap dilancarkan oleh senior kpd maba, knp mrk tdk memberikan kerangka aturan yang jelas dan merancang suatu konsep pengenalan almamater yang baik.
Mosok rek…Unair mlk ospek spt PTS lainnya. Bukankah untuk masuk UNAIR yang diperlukan adalah IQ diatas rata-rata? tp begitu berhasil msk UNAIR, univ ini scr tdk lsg memberikan pelatihan preman, main bentak dan gontok-gontokan, bayangkan saja bagaimana para maba yang masih polos ini di-up grade sedemikian rupa dan saat mereka menjadi pejabat…..naudzubillah Unair turut mencetak pejabat bermental preman… bahwa memperbudak orang adalah sesuatu yang legal yang berujung pada menghalalkan memakan hak orang lain.
Semoga hal ini disadari oleh Unair, karena saya cinta almamater saya ini.
September 8th, 2006 at 9:41 am
Ospek toh udah membudaya. Ntar juga mengalami pergeseran, seiring waktu. Lagian gak sedikit maba yang ‘melek’ bahwa ospek itu cuman role-play belaka. Overacting memang kata yang tepat. Saya ngeliat ospek sebagai ajang unjuk gigi “Ini lho, aku, kakakmu, seniormu, yang paling beken di kampus.”
Tapi ya komentarnya jangan sesadis ini dong. Saya jadi kasian sama panitia ospek yang udah capek-capek
makasih ya Pak Sonny!
Btw, gak sia-sia konsultasi (meskipun dikit) tentang perilaku konsumen waktu itu. UASnya dapet nilai memuaskan
September 19th, 2006 at 1:55 am
setuju dg bapak.. apa2 yang ada di ‘dalam’ ospek itu sendiri yang kurang ‘bermanfaat’ yaa lebih baik diganti dengan yang jauh lebih membawa faedah..
buat ulan, yang namanya ospek ga perlu sampe dihapus.. karena mungkin menurut orang awam –yang ngga/kurang begitu tau ‘jeroan’nya ospek–, yang dilihat ya bentak2annya, tugas2 yang gelas tujuannya, dkk…
tapi di sisi lain ada juga hal2 yang patut kita aCungin jempol.. mungkin di antara temen2 panitia yang dulunya ga kenal n ga mau kenal, bosa jadi kenal.. yang ga tau apa2 ttg organisasi, paling ngga bisa sedikit tau, daripada ngga tau sama sekali.. yang belum pernah merasakan jadi EO, yaa sapa tau bisa sedikit lebih terhibur dengan menCiCipi jadi panitia (sekali-sekali gt..)..
So, ga semua yang kita anggap baik itu selalu baik, dan yang kita anggap tidak baik itu selalu tidak baik.. be positif!!
SELALU BERGERAK!!! (menjadi lebih baik tentunya!!)
thanX.. Salut buat semua!
October 10th, 2006 at 8:09 pm
Assalamualaikum…
Walaupun baru sekarang saya sempat memberikan komentar atas blog Bapak,ijinkan saya memberi sdikit komentar.
Untuk ospek tahun ini,insyaAllah jauh lebih baik dari tahun-tahun yang lalu Pak.Saya sendiri menjadi Steering Committee yang mengkonsep acaranya.Ada pengenalan hakikat mahasiswa dan pengenalan multiple intelligence serta pelatihan teknik mindmapping.semuanya mengarah pada pengembangan intelektual.Tantangan oleh beberapa pihak atas konsep yang mulia ini amat kuat Pak.Namun kami berhasil mengegolkannya.Jika di lapangan terdapat beberapa kasus bentak-membentak,mungkin faktor penyebabnya adalah kultur oknum mahasiswa.harap maklum belum semua mahasiswa sadar.mungkin juga karena mereka merasa tertekan selama di FE sehingga butuh penyaluran.Trimakasih