Bollywood

Film India…?

Mungkin banyak yang akan mengernyitkan kening kalo diajak nonton film India. India…?? Gak salah…??

Seorang temanku pernah ngomel-ngomel pas aku pinjamin sebuah VCD film India. "Aaah….ngomongnya panjang banget!! Mana banyak nyanyi! Banyak joget!! Seneng, joget! Sedih, joget! Jatuh cinta, joget! Patah hati, joget! Ketawa, joget! Nangis, joget juga!!" Saking panjang dan lamanya lagu-lagu dan tarian yang menghiasi film India, dia sempat ketiduran pas sang aktor mulai berjoget. Dan betapa geram dan jengkelnya ia, ketika ia terbangun 15 menit kemudian, eeehh…si aktor mulai berjoget lagi…!!

Emang banyak temanku (apalagi teman semasa kuliah, baik di Surabaya maupun di Sydney) tau kalo aku itu maniak sama yang namanya film. Liat aja di profilku. Mau film Prancis, film Argentina, film Bosnia, film Italia, semuanya aku suka…! Tapi, gak banyak yang tau kalo aku juga suka film India. Yaaa….meskipun gak se-fanatik Rini dan Shahrukh Khan-nya (yg dia anggap sebagai lelaki paling keren di jagad ini!!), tapi paling tidak aku bisa menikmati film-film produksi Bollywood itu.

Awalnya aku suka India sih, gara-gara temen-temenku dari kampung Sasak sono. Tau sendiri khan, kalo orang-orang keturunan Arab kebanyakan seneng nonton film India. Suatu ketika, aku bersama enam orang temanku; yang semuanya Arabian, udah nongkrong di Mitra. Kami bingung mau nonton apa.. Karena aku maniak film, dua dari empat film yang dipasang di Mitra udah aku tonton. Jadi aku minta, pilihannya tinggal dua. Yang satu film drama suspense Hollywood. Dan yang satu…the one and only KUCH KUCH HOTA HAI.. Mulanya aku emoh-emoh banget nonton film India itu. Jijai..ih!! Tapi, pikiranku tergerak juga mendengar alasan temanku yang (saat itu) kedengarannya masuk akal.

"Pikir aja, Son! Kalo kita nonton film franji (itu sebutan mereka buat film Barat), nonton paling-paling satu jam setengah, maksimal dua jam!! Lha kalo nonton Hindi, nontonnya bisa tiga jam..!! Kan lebih murah…!!! Harga tiketnya sama, tapi bisa nonton lebih lama…! Sip, kan..?"

Dan, begitu kami berenam sepakat membeli karcis, lha kok ketemu teman-teman Arabian lainnya. Gak tanggung-tanggung. Mereka berduabelas mau nonton KUCH KUCH juga.. Dan entah gimana caranya mereka bisa memperoleh tempat duduk yang berdekatan dengan kami berenam.

Dan yang terjadi di dalam gedung bioskop benar-benar membuatku geleng-geleng kepala..!! Dasar Arabian gendheng..!! Lha gimana enggak…coba..!!

Tiap kali si Shahrukh Khan joget ama Kajol, mereka bertujuh belas langsung ikut berdiri dan joget di tempat masing-masing..!!!! Mereka berjoget dan bergoyang dangdut begitu Shahrukh Khan joget sampai musiknya berhenti…!!! Bisa gak kalian bayangkan, nonton berdelapan belas di deretan bangku paling belakang…. Begitu musik intro berbunyi, ketujuh belas temanku langsung berdiri semua, ambil kuda-kuda, dan langsung bergoyang begitu Shahrukh Khan bergoyang..!!! Edaaan…!!! Aku sih cuma duduk aja sambil menyumpah-nyumpah dalam hati…!!! Tengsin berat, jreeengg… diliatin orang satu bioskop, joget-joget tiap kali Shahrukh Khan joget..!!! Ampuun, deh..!!

Tapi, entah kenapa, sejak saat itu aku jadi tertarik nonton film India. Mulai dari Sirf Tum, Pardes, Kareeb, Mohabbat, Dilwale Dulhania Le Jayenge, Hum Dil De Chucke Sanam, dan puluhan judul lainnya. Begitu poster film India naik di Surabaya Theatre, aku langsung kontak teman-temanku dan kami biasa nonton rame-rame.

Bisa nebak nggak, apa yang membuat aku suka pada film India..?

Kalo kalian sering nonton film India, kalian akan bisa menangkap adanya ciri khas pada film India, yang membuat film India itu memiliki posisi yang sangat unik di hati para pecintanya. (Tentu saja selain nyanyi dan joget..!!) Ciri khas itu adalah bahwa betapa luar biasa kentalnya film India itu mengusung dan menampilkan budaya lokalnya dalam setiap filmnya. Dalam tiap film India, pasti ditampilkan wanita yang menggunakan kain sari. Pasti ditampilkan, betapa pentingnya menghormati sosok yang dituakan, baik ayah, ibu, atau saudara tua. Pasti ditampilkan begitu banyak hal yang sangat kental dengan ciri-ciri Indianya. Ya bajunya, ya adat budayanya.. Segalanya..!!

Kalo aku bandingkan dengan film-film Indonesia atau sinetron-sinetron di TV kita, kayaknya jaraaaaaang…banget yang begitu kental menampilkan nilai-nilai kecintaan pada budaya Indonesia. Semuanya mengarah pada hal yang orientasinya kebarat-baratan..? Mending kalo bagus..!! Apa emang karena yg membuat film-film dan sinetron Indonesia itu orang India, dan bukan orang Indonesia asli, yaaa…gak tau juga sih..!!

Coba aja liat film kita, mulai dari AADC, EIFFEL I’M IN LOVE, VIRGIN, DETIK TERAKHIR, GIE, JANJI JONI, BROWNIES, dan lain-lain. Jarang banget ada film yang bisa memotret budaya Indonesia dengan lebih jujur dan lebih kental….. Jadi kalo aku nonton film Indonesia, kayaknya gak ada sesuatu yang spesifik menyatakan identitasnya bahwa ini lho film produksi Indonesia. Coba pikir, ceritanya udah kebarat-baratan, life-style yang ditampilkan juga kebarat-baratan, eeh….pemainnya pun wajahnya bule semua…!!! Norak..!!

Anyway, emang susah kalo di benak kita sudah timbul persepsi bahwa film India itu adalah film buat para pembokat, yang biasa ditayangkan di bioskop "HARI INI BIOSKOP MAIN SEPERTI BIASA", bukan film-film buat kaum elite…!! jadinya, yaa…kita tidak bisa bersikap lebih obyektif..!!

Tapiiii……., btw, ngapain tiba-tiba aku nulis tentang film India, yaa………..?????

8 Responses to “Bollywood”

  1. dARmoCuTe Says:

    wui..wui..yang bollywood mania…hehehe..keren je =p umm,sori ni pak ya..kalo menurut gw sih film qta memang berbeda dengan yang lain..contoh deh “daun di atas bantal” kalo ga salah punyanya rudi soejarwo,hehehe..(my favorite director)hehehe,gara2 ntn filmnya yang idealis..gw jadi buat film2 yang idealis jg(ni mau bikin film yabg ke 2,nanti kasih komen ya)..sebenarnya banyak budaya yang qta liat dsitu(daun di atas bantal n pasir berbisik)..ya intinya film indo itu punya khasnya..

    Lia says: Kuch-kuch Hota Hai bukannya ke-barat-baratan juga? Tapi emang sih masih nunjukkin budaya. Film Indo itu rata-rata kiblatnya kan komersil, jadi ya nurutin selera pasar…gak berani ambil resiko bikin film ‘berat’ karena takut ngga laku. Jarang kan ada orang sejenius Rudi Soejarwo, Mira Lesmana, atau Riri Riza?

  2. sony Says:

    Oya, aku sepakat bahwa Rudi, Mira, dan Riri adalah orang2 jenius di film. Yang aku bilang adalah, kalo orang yg gak pernah nonton film, dia pasti langsung tau mana yg film India mana yg bukan. Tapi kalo film Indo, gak bisa. Film kita gak punya ciri khas, kalo istilahnya pemasaran diferensiasi, yg membedakan ini film Indo dan ini film luar.

    Selama ini orang Indo selalu gembar-gembor kalo budaya Indo tuh budaya besar. Tapi kok film kita jarang pake budaya Indo sebagai setting. Pasir Berbisik dan Daun di Atas Bantal tuh apa emang film dengan setting budaya Indo..? Nggak juga deh.. Pasir Berbisik kan ceritanya di negara antah berantah (ayo, tonton lagi deh!), sedangkan Daun tuh settingnya di kota besar, dan sama sekali gak ada ciri khas budaya Indo-nya.

  3. sony Says:

    Btw, Darmo, setauku Daun di Atas Bantal tuh film-nya Garin Nugroho, deh… Apa ada film yg judulnya Daun di Atas Bantal yg digarap Rudi Soedjarwo…? Film bokep mungkin..? Asssliii bos, aku gak tau…maklum bukan pemerhati bokep!!

  4. J A Y Says:

    wah seru juga di atas nih… kalo boleh keras dikit nih, budaya indo emang ga ada!! yang ada budaya daerah dan budaya impor (belanda, arab, india) yang sedikit ke filter, sejak jaman penjajahan. hehehe…so how we describe indonesian culture, yang bener2 mencakup seluruh indonesia? ga tau de…

    maksud daniel mungkin film ‘daun berbisik’ yang waktu itu diomongin karti di kelas kali pak?! hahaha….

  5. -CarLnFrienDs - Says:

    lah karepipun panjenegan niku nopo to pak, kok mboten ngertos nulis blog film india???

  6. adika Says:

    film indo budaya indo asli itu dijaman bu suzana masih jaya2nya, ada film seperti ateng minta kawin,si doel anak betawi,naga bonar, kabayan saba kota dst.
    settingnya sangat indonesia sekali, dimana ada kampung becek, kompor minyak tanah, pejabat yang feodal, dan ada tokoh anak muda yang sok tahu seperti saya.

  7. Dian Says:

    jujur jarang ada lho orang yang berani bicara blak-blakan bahwa dia menyukai film bollywood, jadi duajempol untuk Bapak.

    Saya juga hobi banget nonton film india, bahkan nyokap di rumah mengkoleksi CDnya. Nyokap di rumah suka ngajak anak-anaknya nonton dan pingin anak-anaknya bisa menghormati orang tua spt di film India. Untuk anaknya yang cowok (adikku) ditunjukkan bahwa sdr perempuannya (aku sdr) hrs dijaga, dilindungi dan jd tg jwbnya bahkan sampe menikah sekalipun. Untuk anaknya yang cewek (aku) ditunjukkan bahwa mjd wanita sangat rentan dan membawa nama baik keluarga, wanita itu betul-betul dihargai, hati2 dalam setiap tindakan dan setia serta menghargai suami (jk menikah nanti).

    Jadi di keluargaku film India dipakai untuk mendidik kami, (Ibuku adalh single parent yang luar biasa). Mengajarkan kejujuran, kesetiaan dan keberanian mlk keadilan dan menegakkan kebenaran. Nilai2 ini penting untuk ditanamkan dalam diri seorang anak (bukan berarti saya menganjurkan anak2 nonton film india, tapi saya hanya menunjukkan salah satu sisi positif film india yang konsisten mengangkat nilai2 budaya, moral, kesopanan dan etika)

    Bgm dgn film2 yg diprod bangsa kita? film yang betul 2 mengajarkan kebaikan hanya diprod di jaman baheula spt cut nyak dien, pattimura, pangeran diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, pertempuran 10 november yang sekarang pun bahkan tak pernah diputar lagi maupun dibuat remake-nya.

    Di TV skg anak2 SD,SMP, SMA, PT dijejali sinetron2 yang menunjukkan bgm berebut pacar, bgm menyakiti teman, bgm hrs menindas orang jika jd orang kaya, bgm…. dan bgm…. cara bermimpi.

    Terjadi perusakan moral terhadap anak bangsa yang kita sendiri pun tak menyadari dan bahkan ikut kecanduan dan mengajak anak ikut menonton.

    di rmh kami hanya nonton TV kalau ada acara berita selain itu kami lebih baik melihat discovery channel atau acara olah raga. Ada tanggung jawab pribadi untuk tidak menonton sinetron, gosip dll yang tdk pd tempatnya.

    Saya berharap dan berdoa semoga ada generasi kita, sutradara2 jempolan kita mau dan tergerak hatinya untuk membuat film yang memuat unsur kesopanan, adat, moral dan etika yang melebihi film india, demi menghasilkan SDM yang tidak hanya mumpuni tapi juga bermoral karena disitu letak kekuatan umat Islam.

  8. 'M-One' Says:

    waduh nonton film bollywood di bioskop sama rejal2 (laki2)gak dehhhh!!!suwun.jadi pria romantis dong

    ya klo bawa “gandengan” seh gpp…..hehhehe……
    enakan nonton di kamar trus lampu dimatiin jadi kita bisa menghayatinya
    Budaya,yup betul itu kata kuncinya untuk film2 bollywood.
    Menurut sy seh film Bollywood yg mengandung makna yang dalam itu ada 2 pak :Kabhi Kushi Kabhi Gham (disitu diceritain gmana arti cinta ortu kpd anaknya,walaupun anak angkat,tul kan pak??) sama Kal Hoo Na Hoo ( nah klo ini nyeritaiin cinta sejati)
    hehehhe….cukup deh akhirnya nanti ngeterusan jadi berpuitis.

    JABAT ERAT!!

Leave a Reply